SEMARANG, 13 April 2026 – Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip). Mahasiswa Program Studi S1 Gizi, Fakultas Kedokteran (FK), Raina Syifa Kamila, bersama timnya berhasil meraih Juara 1 sekaligus menyabet Gold Medal untuk subtema Teknologi dalam ajang bergengsi Bandung Essay Competition 3 yang diselenggarakan pada 11-12 April 2026 di Bandung.


Ajang yang mengusung tema “Menjawab Tantangan Zaman: Peran Pemuda dalam Menentukan Arah Indonesia” ini menghadirkan persaingan yang sangat ketat. Kompetisi ini diikuti oleh 365 finalis yang berasal dari 65 universitas di 16 provinsi, menjadikannya salah satu ajang bergengsi tingkat nasional yang mempertemukan ide-ide inovatif mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di seluruh Indonesia.
Di tengah persaingan sengit tersebut, Raina berkolaborasi dengan tim lintas disiplin yang beranggotakan mahasiswa S1 Undip lainnya, yakni Lintang Abhista (Prodi S1 Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian), M. Azyan Naufan R (Prodi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik), dan Wisnu Akbar Velayaty (Prodi S1 Bioteknologi, Fakultas Sains dan Matematika). Keberhasilan gemilang ini diraih di bawah bimbingan dosen Departemen Ilmu Gizi FK Undip, Angga Rizqiawan, S.Gz., M.Si yang memberikan pendampingan dari developing ide sampai dengan presentasi akhir.
Karya esai yang diusung oleh tim Undip ini merupakan sebuah gagasan inovatif berupa platform digital bernama SIGAP GIZI (Sistem Informasi Gizi Anak dan Ibu Terpadu). SIGAP Gizi dirancang khusus sebagai pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah guna mengintegrasikan pemantauan pemenuhan gizi antara lingkungan sekolah dan rumah agar berjalan secara selaras, terukur, dan berbasis pada kebutuhan gizi spesifik sasaran. Secara substantif, inti dari pengembangan aplikasi SIGAP Gizi terletak pada upaya menjembatani kesenjangan (gap) antara intervensi pemberian makanan bergizi di sekolah dengan keberlanjutan pemenuhan nutrisi dalam kehidupan sehari-hari keluarga.
Pengembangan SIGAP Gizi sangat menekankan asas transparansi sebagai bentuk mekanisme akuntabilitas publik dalam pelaksanaan Program MBG. Keterbukaan informasi melalui sistem yang sistematis ini diyakini mampu membangun serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Lebih jauh, tim yang dibimbing oleh Angga Rizqiawan ini memposisikan SIGAP Gizi sebagai usulan inovatif strategis bagi pemerintah yang dapat diintegrasikan dalam pelaksanaan MBG. Inovasi ini tidak hanya mengawal distribusi gizi, tetapi juga memperkuat dimensi preventif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga semakin memperkuat posisi Undip sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan inovator muda di bidang kesehatan dan teknologi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam menjawab tantangan bangsa melalui ide-ide kreatif dan solutif.