(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

[GIZIKLOPEDIA]

[Seputar Info: Keju Mozarella: Si Lembut Berserabut yang Menyehatkan]

 

Halo Nutrilicious!

Bertemu lagi dengan Giziklopedia yang keren banget di bulan Maret ini

Udah pada tau belum ya kalau kali ini Giziklopedia mau bahas apa??

Nah, sesuai dengan judulnya, kali ini Giziklopedia akan membahas tentang keju mozarella

Siapa sih yang ga tau tentang makanan ini, terutama anak muda yang hype abis, pasti makanan ini jadi salah satu hal yang udah familiar alias akrab banget rasanya di lidah

Selain rasanya yang enak, keju jenis ini juga punya banyak manfaat lho bagi tubuh kita

Penasaran? Ga sabar buat tahu jawabannya?

Kuy langsung dibaca aja guys!

 

Keju mozzarella adalah keju yang berasal dari Italia yang proses pembuatannya tidak dengan cara dimatangkan melainkan diputar/dipotong, (mozzare dalam bahasa Italia artinya memotong) sehingga disebut juga sebagai keju segar. Keju ini biasanya terbuat dari susu sapi atau kerbau. Keju mozzarella memiliki karakteristik yang elastis, berserabut, dan lunak. Keju ini seringkali dimanfaatkan sebagai bahan tambahan/isian atau topping pada pizza dan makanan sejenis lainnya. Karena, pada saat dipanaskan keju mozzarella akan berbentuk serabut-serabut dan ridak dapat digantikan oleh jenis keju lainnya, selain itu keju ini juga memiliki rasa dan kandungan gizi yang baik.

Keju mozzarella memiliki kadar sodium dan jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis keju lainnya. Menurut USDA, dalam 100 gram keju mozzarella terdapat beberapa kandungan zat gizi, antara lain:

  • Kalori                         : 280 kkal
  • Protein                         : 28 g
  • Lemak jenuh : 11 g
  • Lemak tak jenuh ganda : 0,8 g
  • Lrmak tak jenuh tunggal : 4,8 g
  • Karbohidrat                         : 3,1 g
  • Sodium                         : 16 mg
  • Kalium                         : 95 mg
  • Vitamin A                         : 517 IU
  • Vitamin D                         : 13 IU

Tak hanya itu, keju mozzarella juga juga mengandung bakteri asam laktat yang di dalamnya termasuk juga bakteri L.casei dan L.fermentum yang dapat bekerja sebagai probiotik dan bermanfaat bagi kesehatan. Bakteri probiotik adalah bakteri hidup yang bermanfaat sebagai mikroflora (bakteri saluran cerna) usus. Berdasarkan penelitian, probiotik yang terkandung dalam mozzarella terbukti dapat meningkatkan kesehatan usus, menaikkan tingkat imunitas, dan melawan inflamasi (peradangan) yang terjadi pada tubuh, baik bagi manusia, maupun bagi hewan. Vitamin D dan vitamin A yang terkandung pada keju mozzarella dibutuhkan untuk proses absorpsi kalsium, mineral tulang, dan perlindungan membran sel, sedangkan protein pada keju mozzarella merupakan pilihan yang baik bagi siapa saja yang ingin menambah kekuatan otot, tetap berenergi, dan merasa bugar.

That’s it, beberapa manfaat dari keju mozzarella yang pastinya dapat menyehatkan dan bermanfaat bagi tubuh. Eits, tapi tetap pehatikan makanan apa yang akan dikonsumsi bersamaan dengan keju mozzarella nantinya ya, pastikan juga porsinya seimbang, cara pengolahannya tepat, karena pada dasarnya ketika kita memakan keju dalam jumlah yang sedikit/hanya dijadikan sebagai camilan/topping pada salad buah, maka hal tersebut cenderung tidak akan menyebabkan kerugian/timbulnya penyakit pada tubuh, kecuali pada orang yang menderita alergi atau intoleransi. Hal yang menyebabkan keju menjadi berbahaya bagi tubuh adalah ketika kita mengkonsumsinya secara berlebihan atau saat keju dijadikan topping junk food/fast food yang cenderung mengandung banyak lemak trans. Menurut Emma Brown, seorang pakar kesehatan dari Nutracheck, menyatakan bahwa idealnya asupan keju per hari adalah sebanyak 30 gram saja, hal ini disebabkan oleh kalori yang berada di dalam 30 gram keju sudah mencapai angka 125 kkal dan hendaknya tidak diolah menggunakan bahan tambahan lainnya yang dapat mengakibatkan asupan kalori per hari yang sangat banyak yang kemudian berpengaruh pada naiknya berat badan.

Setelah mengenal apa itu keju mozzarella, mengetahui berbagai macam manfaat, rekomendasi asupan per hari serta cara mengolah yang baik, semoga kita semua dapat memulai hidup sehat dari sekarang. Jangan lupa untuk tetap makan makanan sehat yang bervariasi ya guys! Stay at home, stay healthy dan jangan lupa untuk selalu happy!

 

Sumber:

  1. Sunarya H, Legowo AM, Sambodho P. Kadar air, kadar lemak, dan tekstur keju mozzarella dari susu kerbau, susu sapi dan kombinasinya. Animal Agriculture Journal. 2016;5(3):17-22
  2. de Souza BMS, Borgonovi TF, Casarotti SN, Todorov SD, Penna ALB. Lactobacillus cassei and lactobacillus fermentum strains isolated from mozzarella cheese: Probiotic potential, safety, acidifying kinetic parameters and viability under gastrointestinal tract conditions. Probiotics Antimicrob Proteins. 2019;11(2):382-396. Doi: 10.1007/s12602-018-9406-y. PMID: 29542032

 

“Good nutrition creates health in all areas of our existence. All parts are interconnected.”

(T. Collin Campbell)

 

Bidang Penelitian, Penalaran, dan Keilmuan

Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi

#dirumahaja #sehatitumudah

#GIZIKLOPEDIA
#PPKHMIG
#HMIGGoresanKarya
#GoreskanLangkahWujudkanKaryaNyata