(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

Warna pada buah-buahan dan sayuran ternyata dapat memberikan kita informasi  terkait zat gizi dan fitokimia yang terkandung pada bahan pangan tersebut. Fitokimia merupakan suatu komponen yang bertanggung jawab selain memberi warna pada buah dan sayur juga mempengaruhi rasa, aroma dan memberikan efek bagi kesehatan.

Merujuk penjelasan oleh Ayu Rahadiyanti S.Gz., MPH berdasarkan hasil penelitian dengan mengkonsumsi 100 gram wortel bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler sebesar 60%. Secara garis besar kandungan fitokimia pada buah-buahan dan sayuran dibedakan berdasarkan warnanya. Warna merah seperti pada tomat dan semangka mengandung senyawa likopen yang memiliki efek antioksidan dan mencegah penyakit kardiovaskuler. Warna hijau seperti pada bayam, brokoli dan sawi mengandung gabungan beberapa fitokimia diantaranya karotenoid, indol, saponin dan lutein yang salah satunya bermanfaat sebagi zat yang mampu mendetoksifikasi racun di dalam tubuh. Warna ungu atau biru pada terong, kol ungu, anggur dan buah naga dihasilkan dari antosianin yang bermanfaat mencegah pengumpalan darah sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler. Sedangkan warna putih pada bawang putih, bawang bombai, kembang kol dan lobak biasanya mengandung fitokima alisin yang menurunkan efek dari penyakit kanker.

Berdasarkan hasil Survey Analisis Konsumsi Makanan Individu (SKMI) tahun 2014 menyatakan bahwa masyarakat Indonesia masih tidak cukup mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Data ini menyebutkan bahwa konsumsi buah dan sayuran di masyarakat hanya mencapai 108 gram per orang per hari. Dalam upaya mendukung tujuan SDGs #2 Zero Hunger dan #3 Good Health and Well-Being Badan Kesehatan Dunia (WHO) padahal telah menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk menunjang hidup sehat yaitu sebesar 400 gram per orang per hari (250 gram sayur dan 150 gram buah-buahan). Sehingga kampanye konsumsi buah dan sayuran yang beraneka ragam perlu ditingkatkan untuk menunjang kualitas hidup yang lebih sehat.