(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

[GIZIKLOPEDIA]
[Seputar Info: BERAS MERAH VS BERAS SHIRATAKI]

Hai Nutrilicious!
Bertemu lagi dengan Giziklopedia di bulan Agustus!
Kira-kira Giziklopedia akan membahas apa yaa??
Nah, kali ini Giziklopedia akan membahas tentang Beras Merah vs Beras Shirataki
Penasaran?
Pengen tahu jawabannya?
Kuy disimak!

BERAS MERAH VS BERAS SHIRATAKI
Tabel: Perbandingan kandungan gizi pada beras merah dan beras shirataki

Beras Shirataki
Beras shirataki berasal dari umbi porang atau iles-iles (konnyaku), yang merupakan jenis tanaman Aracae, yaitu jenis tanaman polisakarida yang larut dalam air. Produk makanan jenis Konnyaku ini dianggap sebagai salah satu dari “10 makanan terbaik bagi Kesehatan” oleh World Health Organization. Di Cina, produk konnyaku telah digunakan sebagai obat tradisional selama kurang lebih 2000 tahun untuk kekebalan tubuh tepatnya dipercaya sebagai detoksifikasi, penyembuhan tumor, asma, batuk hernia, batuk, luka bakar, dan lain sebagainya.

Penelitian di Jepang terkait kandungan gizi beras Shirataki, didapatkan hasil bahwa Shirataki memiliki kalori yang sangat rendah dan kandungan air tinggi (viskositas tinggi) sehingga dikenal sebagai “makanan penekan rasa lapar” karena menghasilkan perasaan kenyang di perut dengan membentuk larutan kental (serat polisakarida).

Penelitian konsumsi produk konnyaku juga dilakukan di Cina, didapatkan hasil bahwa konsumsi produk konnyaku berpotensi dapat mengurangi berat badan sekaligus indeks massa tubuh pada orang dewasa. Penelitian juga dilakukan terhadap anak-anak obesitas namun belum ada kesimpulan yang pasti yang diperoleh pada penelitian tersebut.

Beras Merah
Beras merah merupakan jenis beras (Oryza sativa L.) dengan kandungan antosianin (zat warna merah) yang tinggi sehingga beras memiliki warna merah. Antosianin tidak hanya berperan dalam memberikan warna, akan tetapi juga bersifat sebagai antioksidan yang baik bagi kesehatan. Beras ini memiliki rendah akan kadar glikemik (glycemic index/GI) sedangkan memiliki kandungan gizi, serat, vitamin dan mineral seperti magnesium yang lebih tinggi dibandingkan beras pada umumnya.

Magnesium yang tinggi pada beras merah berperan penting sebagai kofaktor dalam meningkatkan sekresi insulin sehingga terjadi peningkatan metabolisme glukosa dalam darah. Sedangkan serat berperan dalam meningkatkan sensitivitas dari hormon insulin dan memperlambat aktivitas enzim alfa amilase di dalam usus yang berperan untuk mencerna pati sehingga terjadi penurunan jumlah kadar absorbsi kadar gula ke dalam darah. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa tingginya kandungan Gamma Amino Butiric Acid (GABA) pada beras merah berperan dalam menstimulasi sel beta pankreas untuk menghasilkan insulin berlebih sehingga beras merah memiliki kadar indeks glikemik lebih rendah yang dapat menurunkan risiko penyakit diabetes militus.

Sumber:
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0144861704004205
Chua, M. Baldwin, TC. Hocking, K. Traditional uses and potential health benefits of Amorphophallus konjac K. Kochex NE, Br.J. Ethnopharmacol. 128(2010) 268–278.
Tester, R. et al. The use of konjac glucomannan hydrolysates to recover healthy microbiota in infected vagina streated with an antifungalagent, Benef. Microbes 3(2012) 61–66.
Kok, M.S. Abdelhameed, AS. Ang, S. Morris, GA. Harding, SE. A novel global hydrodynamic analysis of the molecular flexibility of the dietary fibrepolysaccharide konjac glucomannan, Food Hydrocoll. 23(2009)1910–1917
Indriyani, F. Nuhdidajah, Agus, S. Karakteristik Fisik, Kimia Dan Sifat Organoleptik Tepung Beras Merah Berdasarkan Variasi Lama Pengeringan. Jurnal Pangan dan Gizi. 2013; 4(8): 27-34
Nandariyah, Parjanto, Ratnasari, P. Keragaman Morfologi, Produksi, Dan Kandungan Kimia Padi Beras Merah Aksesi Matesih. Jurnal Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. 2017; 1(1): 295-304.

Bidang Penelitian, Penalaran, dan Keilmuan
Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi

#dirumahaja