(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

Pemenuhan asupan zat gizi yang adekuat diperlukan pada 1000 hari pertama kehidupan, dan kritis untuk menunjang perkembangan fisik dan mental yang optimal di kemudian hari. Laporan UNICEF tahun 2012 menyatakan bahwa 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami keterlambatan pertumbuhan (stunting) akibat kekurangan gizi (protein). Stunting bukan hanya ditengarai oleh tinggi badan anak-anak yang tidak normal yaitu pendek, tetapi juga berkurangnya kemampuan intelegensia anak-anak tersebut. Satu faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah pola asuh makan yang salah, meliputi waktu, jenis dan pola pemberian makan terhadap balita sejak bayi atau bahkan sejak dalam kandungan. Kurang baiknya pola asuh dalam memberikan makanan terhadap anak ini bukan hanya sekedar masalah ekonomi tetapi juga ada faktor lain yaitu pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam memilihkan makanan yang bisa di jangkau sesuai status ekonomi dan sesuai dengan kebutuhan anak. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dalam memilihkan makanan yang sesuai ekonomi keluarga dan kebutuhan untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita adalah dengan cara pemberian edukasi gizi dan praktIk pembuatan makanan sesuai kebutuhan fisiologis dan kondisi. Sebagai salah satu wujud implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi dan mendukung tujuan SDGs #2 Zero Hunger dan SDGs #3 Good Health and Well-Being  serta #17 Partnership for the goals, Tim Centre of Nutrition Research (Cenure) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menginisasi kegiatan intervensi promkes dengan edukasi gizi untuk meningkatkan skill dan kemampuan kader, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu balita dalam menyiapkan makanan sesuai dengan kebutuhan dengan melihat aspek ekonomi dan potensi pemanfaatan pangan lokal setempat di 12 desa lokus stunting di Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan yang dimulai pada 4 November Р5 Desember 2019.

Kegiatan diawali dengan perijinan dan koordinasi dengan stakeholder, Training of Trainer (TOT) standarisasi dan penyamaan persepsi tim penyuluh, orientasi teknis program pendidikan gizi di tingkat Kabupaten Grobogan dan Blora, dan pelaksanaan intervensi edukasi di tingkat desa (penyuluhan stunting kepada ibu hamil dan ibu balita serta praktik menyusun menu balita, ibu hamil dan ibu menyusui). Sebelum dan sesudah proses penyuluhan, tim penyuluh memberikan kuesioner pengetahuan berbentuk 15 soal dengan jawaban benar-salah. Tujuan diberikannya kuesioner tersebut adalah untuk melihat perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan setelah mengikuti penyuluhan. Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, kemudian dilakukan pembuatan kelompok untuk diskusi menyusun menu untuk balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Menu yang dibuat yaitu menu sehari untuk 1 porsi yang terdiri dari menu makan pagi, makan siang, makan malam dan 2 jenis selingan yang disusun kemudian akan direalisasikan untuk dimasak dan dinilai oleh tim juri esok hari. Penyusunan menu ini disesuaikan dengan kebutuhan balita dan bahan-bahan yang digunakan disarankan bahan pangan lokal yang ada di daerah tersebut sehingga dalam kehidupan sehari-hari dapat diterapkan.

  • Perijinan dan koordinasi dengan stakeholder

Perijinan dan koordinasi dengan stakeholder

  • Training of Trainer (TOT) standarisasi dan penyamaan persepsi tim penyuluh

  • Orientasi teknis program pendidikan gizi di tingkat Kabupaten Grobogan dan Blora

  • Pelaksanaan intervensi edukasi di tingkat desa

Pelaksanaan intervensi edukasi di tingkat desa