(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

Salah satu kelompok remaja putri yang rawan terkena anemia adalah santriwati di Pondok Pesantren. Santriwati sebutan untuk murid di pondok pesantren yang berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar santri merupakan remaja usia 11-18 tahun. Usia remaja merupakan usia dimana terdapat perubahan-perubahan hormonal yang mengakibatkan perubahan struktur fisik dan psikologis yang drastic. Berbagai hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa masih banyak santriwati anemia. Penyebab prevalensi anemia yang tinggi pada wanita disebabkan banyak faktor antara lain konsumsi zat besi yang tidak cukup dan absorbsi zat besi yang rendah, pendarahan, penyakit malaria, infeksi cacing maupun infeksi lainnya dan remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulan 7 , namun lebih dari 50% kasus anemia yang tersebar di seluruh dunia  secara langsung disebabkan oleh kurangnya asupan intake zat besi (Sumarmi dan Adi, 2000).Selain itu remaja putri cenderung melakukan diet ketat untuk mendapatkan tubuh yang ideal dan mengurangi konsumsi makanan sehingga dapat menyebabkan kekurangan zat gizi yang dibutuhkan tubuh termasuk zat besi .

Salah satu factor penyebab rendahnya asupan sumber zat besi adalah kurangnya pengetahuan tentang pentingnya gizi pada periode remaja, terutama pemilihan makanan yang tepat untuk mencegah anemia. Makanan yang mengandung sumber zat besi, makanan yang meningkatkan absorpsi zat besi, makanan yang menghambat absorpsi zat besi dan dampak anemia pada periode remaja terhadap periode berikutnya. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan sebuah program edukasi gizi untuk mencegah anemia pada kelompok santriwati yang merupakan kelompok rentan mengalami masalah gizi. Selain itu Kelas Gizi keputrian juga merupakan strategi dalam mendukung gerakan 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran), dimana gerakan 1000 HPK menjadi salah satu program dalam mengatasi masalah kesehatan negara kita yaitu stunting.

Kelas Gizi Keputrian bertujuan untuk menciptakan santriwati yang sadar gizi, sadar anemia sehingga bisa terhindar dari anemia. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di Ponpes Kyai Galang Sewu Tembalang Semarang yang dimulai dengan pemeriksaan status gizi, tekanan darah, kadar Hb, penilaian kebiasaan makan, siklus menstruasi dan aktifitas fisik . kegiatan diakhiri dengan konseling gizi. Kegiatan ini mendapatkan dana Hibah Pengabdian FK UNDIP, dengan tim antara lain Fillah Fithra Dieny, Nurmasari Widyastuti, Deny Yudi Fitranti dan A Fahmy Arif Tsani serta tim mahasiswa yaitu Zaza, Surya, Dias, Umu, Sophia, Ira, Luluk, Marika, Sukma. Kegiatan diikuti 110 santriwati dan 3 ibu pengurus ponpes.