(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

aii Nutrilicious!

Bertemu lagi dengan Giziklopedia di bulan Oktober
Nah, kali ini Giziklopedia akan membahas mengenai “CLEAN EATING DIET
Yukkk disimak !

Sobat nutrilicious tentunya penasaran doong dengan Clean Eating ? Apasiih Clean eating itu ?
Pada prinsipnya, clean eating ini dapat dikaitkan dengan pola hidup dan pemilihan menu makanan untuk dikonsumsi. Prinsip konsumsi makanan yang sebisa mungkin alami dan meminimalisir makanan yang melalui pemrosesan tinggi (Ultra Processed Food). Dapat dikatakan diet ini merupakan pengaturan pola makan yang lebih banyak mengonsumsi makanan alami seperti buah, sayur, protein nabati, kacang – kacangan, dan minyak nabati.

Mengapa clean eating ?
Clean eating dapat mempertahankan kesehatan melalui fungsinya terutama dalam menjaga hati. Selain itu membantu pembentukan glikogen, produksi hormon, enzim pencernaan, dan detoksifikasi. Sehingga metabolisme dalam tubuh dapat berjalan dengan lancar apalagi diimbangi degan aktivitas yang cukup dan rutin.

TIPS Clean Eating:
Mengonsumsi Makanan dari Bahan Makanan Segar
Clean eating memiliki prinsip dengan konsumsi makanan yang segar dengan proses pengolahan yang baik. Dalam hal ini pemrosesan makanan dilakukan dnegan dikukus, ditumis, dan direbus. Selain itu, Clean eating berprinsip tidka mengonsumsi makanan dnegan tinggi bahan pengawet seperti kornet, ikan kaleng, sosis, nugget, kecap, dan saos.
Memperbanyak Konsumsi Serat
Prinsip clean eating memiliki selanjutnya yaitu mengonsumsi serat, dimana bukan hanya untuk vegetarian namun konsumsi tinggi serat baik serat dari sayur dan buah ini tentunya dikonsumsi dalam sehari.

Memililih Karbohidrat Kompleks Sebagai Sumber Makanan Pokok
Selanjutnya, clean eating memiliki anjuran untuk konsumsi 1200 – 1800 kalori untuk menurunkan berat badan dan mengurangi risiko obesitas. Dalam hal ini, pemilihan bahan pokok yang kaya akan kalori dapat dipilih dari bahan makanan yang bersumber dari karbohidrat kompleks yang kaya akan serat seperti roti gandum, beras merah, oat, dan sebagainya.

Membaca Nilai Gizi pada Setiap Makanan
Membaca label makanan, tentunya jarang sekali kita lakukan sobat Nutrilicious. Nah, dalam prinsip clean eating ini sangat dianjurkan sekali untuk selalu mengecek kadar pengawet dan kadar natrium yang terkandung dalam produk makanan. Batas kadar natrium yang dapat dikonsumsi dalam satu hari adalah sebesar 2300 mg atau setara dengan 1 sendok teh atau 6 gram.

Mengatur Porsi dan Jam Makan
Nah, selanjutnya mengatur porsi makan utnuk menurunkan berat badan dalam hal ini bukan hanya pemilihan makanannya saja lhoo sobat nutrilicious. Porsi yang dilakukan dalam clean eating ini memiliki porsi makan sebanyak 6 kali. Sehingga, konsumsi porsi kecil namun sering dapat menunda rasa lapar.

Minum Air Mineral Cukup
Peinsip selanjutnya nih, tentunya kebutuhan cairan diperlukan dalam clean eating ini lho. Anjuran konsumsi cairan sebanyak 2 – 3 Liter atau setara dengan 8 – 12 gelas tiap harinya.

Menurut sobat Nutrilicious bagaimana ? Apakah diet clean eating ini sangat bermanfaat?

Yuk bisa diterapkan beberapa tips clean eating diatas yaa, karena sangat banyak sekali manfaatnya. Eits,, jangan lupa kalau sudah menerapkan clean eating ini kamu tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin tambahan lho. Karena beberapa mikronutrien yang penting bagi tubuh kita sudah kamu asup melalui clean eating ini.
Nah, cukup sekian edisi Clean Eating kali ini. Semoga bermanfaat.

Sumber :

Staudacher HM, Harer KN. When clean eating goes dirty. The Lancet Gastroenterology & Hepatology. (2018). 3(10), 668.
doi:10.1016/s2468-1253(18)30277-2

Allen, M. Dickinson K, M. Pichard, I. The Dirt on Clean Eating: A Cross Sectional Analysis of Dietary Intake, Restrained Eating and Opinions about Clean Eating among Women. Nutrients. 2018. 10 (9), 1266; https://doi.org/10.3390/nu10091266

Our bodies are our gardens – our wills are our gardeners.”
— William Shakespeare

Bidang Penelitian, Penalaran, dan Keilmuan
Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi