(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

MITOS atau FAKTA: Begadang menyebabkan peningkatan berat badan berlebih

Holla Nutrilicious!
Bertemu lagi dengan Giziklopedia di bulan September
Kira-kira Giziklopedia akan membahas tentang apa yaa?
Jadi Giziklopedia kali ini akan membahas terkait peningkatan berat badan karena begadang
Apakah benar? Kuyy langsung disimak

Siapa nih disini yang sering begadang??
Sebagian besar nutrilicious pasti sudah pernah melakukannya… benar kan? Tapi benar tidak ya begadang bisa meningkatkan berat badan?

Nah, ternyata pola tidur yang buruk dapat menyebabkan beberapa perubahan pada sistem metabolisme dan fungsi endokrin, misalnya dalam sekresi hormon ghrelin dan leptin. Saat begadang, hormon ghrelin akan meningkat dan hormon leptin akan menurun. Seperti yang nutrilicious ketahui, hormon leptin akan memberikan efek penghambatan untuk makan dengan memberikan sinyal rasa kenyang ke sistem saraf pusat. Sedangkan hormon ghrelin memiliki pengaruh dalam meningkatkan nafsu makan, dengan demikian dapat memengaruhi pemilihan makanan dan asupan kalori. Selain itu kurang tidur dapat menyebabkan kantuk dan kelelahan sehingga aktivitas fisik di siang hari dapat berkurang. Secara keseluruhan, pengaruh ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran sehingga dapat meningkatkan berat badan.

Untuk mencegah peningkatan berat badan karena begadang, nutrilicious dianjurkan untuk mengkonsumsi snack tinggi protein tetapi rendah kalori, seperti yoghurt plain, bubur kacang hijau rendah gula, kacang rebus, kuaci, dan susu. Snack tinggi protein ini mampu memberikan rasa kenyang lebih tinggi dibanding karbohidrat dan lemak karena protein memiliki waktu transit yang lebih lama. Selain itu, peningkatan konsentrasi asam amino menstimulasi terjadinya glukoneogenesis sehingga mencegah penurunan kadar glukosa darah. Lalu yang terpenting, protein juga dapat memperlambat sekresi hormon ghrelin, yaitu hormon yang merangsang nafsu makan.

Jadi, sudah pada tahu kan kenapa begadang dapat meningkatkan berat badan.
Nah, untuk itu coba lah untuk mengatur jadwal tidur seefisien mungkin yaa.

Sumber :
Rahe C, Czira M E, Teismann H, Berger K. Associations Between Poor Sleep Quality and Different Measures of Obesity. Sleep Medicine.2015;16(10):1225–1228

Porterfield S P, White BA. Endocrine Physiology 3rd Ed. Philadelphia: Mosby Elsevier. 2007.

Potier M, Darcel N, Tome D. Protein, Amino Acids and the Control of Food Intake. Clin N Metab Care. 2009;12(1):54–58.

Think twice before you snack” ~ Hua Mulan

Bidang Penelitian, Penalaran, dan Keilmuan
Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi

#NyatakanCinta

#HMIGMilikKita

Contact Person: Lydia Ratnadewi Wiragapa (089685606234)