(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

Haii Nutrilicious!

Bertemu lagi dengan Giziklopedia di bulan Agustus
Berhubung bulan ini kita memperingati Hari Raya Idul Adha
Giziklopedia akan membahas terkait efek negatif konsumsi daging merah berlebih
Jadi, apa saja ya efeknya? Yuk disimak!

Daging merah merupakan daging yang berasal dari hewan mamalia seperti sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi. Lalu kenapa sih kita dilarang untuk mengonsumsi daging merah secara berlebihan? Ternyata ini alasannya.

Kandungan Lemak Jenuh yang Tinggi
Daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan obesitas, resistensi insulin, dan berkontribusi dalam meningkatkan penyakit jantung. Kandungan lemak jenuh utama pada daging sapi seperti asam miristat, asam palmitat, dan asam stearat secara signifikan dapat meningkatkan kolesterol yang dihubungkan dengan penyakit jantung koroner.

Menyebabkan Osteoporosis
Daging merah mengandung fosfor yang merangsang pembentukan hormon parathyroid. Hormon ini merupakan penyebab pelepasan kalsium dari dalam darah. Semakin banyak hormon parathyroid yang dihasilkan, maka semakin banyak kalsium yang akan dilepaskan dari dalam darah.

Meningkatkan Tekanan Darah
Saat pengolahan, biasanya daging akan diberi garam untuk mengurangi kandungan air serta menghambat pertumbuhan mikroba. Semakin banyak garam yang diberikan, daging akan lebih tahan terhadap mikroba. Hal ini bisa meningkatkan tekanan darah seseorang dan menyebabkan gangguan pada jantung.

Menyebabkan Kanker Kolon
Daging merah mengandung heme 10 kali lebih banyak daripada daging putih seperti ayam dan ikan. Didalam tubuh, heme didegradasi oleh enzim heme oksigenase melepaskan ion ferri yang dapat menginduksi mutasi genetik sehingga dapat meningkatkan stimulasi respon inflamasi dan menyebabkan kanker kolon.

Tapi jangan takut, daging merah juga memiliki manfaat yaitu mengandung protein, zat besi, dan vitamin yang tinggi, khususnya vitamin A, B, dan D.

Jadi sudah pada tahu kan apa saja bahaya yang ditimbulkan dari konsumsi daging merah ini. Nah, mulai sekarang yuk konsumsi daging merah secara bijak.

Sumber :
McAfee JA, McSorley EM, Cuskelly GJ, Moss BW,dkk. Red Meat Consumption: An Overview of the Risks and Benefits. Meat Science.2010;84:1-13

Silva FA, Kawanishi K, Varki A. Human Risk of Disease Associated with Red Meat Intake: Analysis of Current Theories and Proposed Role for Metabolic Incorporation of a Non-Human Sialic Acid. Molecular Aspect of Medicine.2016;51:16-30

Durko L, Malecka PE. Lifestyle Modification and Colorectal Cancer. Curr Colorectal Cancer Repp. 2014;10:45-7

The food you eat can be either the safest and most powerful form of medicine or the slowest form of poison” ~ Ann Wigmore

Bidang Penelitian, Penalaran, dan Keilmuan
Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi

#NyatakanCinta

#HMIGMilikKita

Contact Person: Lydia Ratnadewi W (089685606234)