(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

Sejak tahun 2010, mukbang populer dimasyarakat. Dan sekarang menjadi hal tersebut menjadi tren yang sangat populer pada kalangan remaja hingga dewasa. Mukbang adalah video siaran dimana seseorang memakan makanan dengan jumlah dan porsi yang besar saat berinteraksi dengan penontonnya. Kegiatan ini telah populer mendunia sejak dipopulerkan di Korea tahun 2010-an dan menjamur di Indonesia. Dengan canggihnya teknologi video mukbang dapat ditemukan disegala media sosial khusunya di youtube. Banyak orang yang penasaran sehingga menonton acara tersebut. Video mukbang memiliki efek positif dan negatif.  Menurut dr.Diana Nur Afifah, S.TP.,M.Si selaku dosen Prodi S-1 Ilmu Gizi FK UNDIP “Video mukbang memiliki pengaruh berbeda pada setiap orangnya, seperti dengan menonton mukbang individu dapat meiliki nafsu makan yang tinggi serta menggugah selera makannya atau malah sebaliknya dengan melihat acara tersebut individu justru malah merasakan rasa kenyang dikarenakan sudah menonton seseorang mengkonsumsi makanan dengan porsi besar seperti itu.”

Mukbang sendiri memiliki dampak buruk jika dilakukan secara terus menerus, dikarenakan dengan mukbang kalori makanan yang masuk akan banyak dan dapat menumpuk didalam tubuh sehingga akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu yang berpotensi pada gangguan pencernaan bahkan kegemukan (obesitas). Mukbang dapat dilakukan sesekali saja, karena kalori yang masuk pasti tinggi. Untuk mengimbangi kalori yang tinggi masuk kedalam tubuh maka perlu disembangkan dengan melakukan aktivitas fisik/olahraga. Berdasarkan pedoman gizi seimbang kalori yang dibutuhkan tubuh yaitu sebesar 2100- 2200 kkal dimana komposisi sayuran sama dengan nasi dan komposisi lauk sama dengan buah buahan. Dalam upaya mendukung tujuan SDGs #3 Good Health and Weel-Being, konsumsi makanan sesuai dengan tumpeng gizi seimbang perlu dilakukan agar derajat kesehatan di Indonesia semakin baik meskipun adanya tren video mukbang dikalangan masyarakat.