(024) 76402881 gizi@fk.undip.ac.id

Pemalang – Sebagai salah satu wujud implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi dan mendukung tujuan SDGs #1 No poverity serta #17 Partnership for the goals, sebanyak 41 mahasiswa dari berbagai jurusan Universitas Diponegoro telah diterjunkan untuk melakukan kegiatan pemberdayaan dan pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan UMKM ke Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang untuk mengembangkan produk olahan nanas madu. Desa Beluk berlokasi di kaki gunung Slamet sebagai sentra penghasil nanas madu berpotensi dikembangkan sebagai sentra produk olahan nanas madu nasional. Akan tetapi sejauh ini tingkat pemasaran nanas madu hanya sebatas dijual langsung tanpa pengolahan lebih lanjut sehingga cenderung bernilai ekonomis rendah dan kurang kompetitif padahal produksinya melimpah sepanjang tahun.

Menurut Dr. Diana Nur Afifah, S.TP, M.Si selaku pembimbing lapangan menjelaskan produk hasil panen nanas madu Desa Beluk berpotensi dikembangkan melalui inovasi diversifikasi olahan produk pangan maupun non pangan dari nanas madu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. Produk olahan pangan berbahan baku daging buah nanas madu yang dikembangkan seperti pukis, wajik, kembang goyang, minuman kemasan gelas, es krim, selai, dan banyak lainnya. Sedangkan, residu kulit nanas madu diolah menjadi produk non pangan seperti sabun cuci piring, cairan pel dan lotion anti nyamuk.

Sementara menurut Yunus Supriyanto selaku kepala Desa Beluk mengatakan kegiatan pemberdayaan kelompok tani di Desa Beluk ini sangat bermanfaat, sehingga dapat terbentuk tiga Kelompok Wanita Tani yang mendorong perekonomian anggota melalui inovasi produk yang dihasilkan. Harapan dari kegiatan ini masyarakat mampu secara mandiri terus mengembangkan usaha pengolahan nanas madu dan semakin banyak UMKM di wilayah Desa Beluk.